Selasa, 17 September 2013

Later Means "Fear Eats You"

“If you have built castles in the air, your work need not be lost; that is where they should be. Now put the foundations under them.” 


"aku ingin ini!" "ah gak mungkin dapet.."
"pingin deh jadi kayak gitu.. bisa gak ya" "mimpi mimpi!"
"wah tugas numpuk" "yaudalah nanti aja ngerjainnya"

kalimat-kalimat seperti diatas kerap kita dengar, bahkan mungkin kita pernah mengucapkannya. Sadar kan kalimat-kalimat itu memberi sebuah sugesti buruk untuk diri kita? satu atau dua kali saja bisa dimaklumi, namun itu dapat menjadi suatu kebiasaan.

Well, semua itu berawal karena kurangnya kepercayaan diri sendiri, kurang kuatnya motivasi, terlebih karena rasa takut untuk gagal. Hal-hal itu hampir dialami oleh 2-3 dari 5 orang.
Tetapi ada hal yang perlu kita ketahui, "mayoritas belum tentu prioritas" bahwa mayoritas belum tentu yang baik dilakukan, sedangkan minoritas yang bersifat baik namun dianggap lazim.

Later means "Fear Eats You"
We're young, everybody is young! It means there's no late for doing, there's no time limit for big goals. But Later is not for ones want to be success.
kita butuh, sangat butuh untuk melawan rasa takut, malas, dan kurangnya motivasi mencapai tujuan serta cita-cita kita.

Questions of life and Answer them by yourself :
Why do you live?
for who do you live?
and "what things you do when you're life?"
what things.. well, what things. Banyak dari kita ingin menjadi yang baik, namun sedikit yang ingin menjadi terbaik. Banyak yang bercita-cita menjadi orang sukses, namun sedikit yang "have the right ways"

Lalu, bagaimana untuk mengatasi kekurangan itu dan mencapai sesuatu yang baik?
- Langkah awal, tentukan apa visi, cita-cita, target, dan tujuan kita
- Catat semua itu di dalam pikiran, jiwa, hingga seluruh tubuhmu merasakan apa yang kita ingin dan butuhkan. Lebih baik visualisasikan , seperti menulis dan tempel di tembok kamar atau spot favoritmu. Sehingga setiap kita melihatnya, rasa percaya diri dan kegigihan semakin meningkat.
- Buang jauh-jauh kata "nanti" ketika "sekarang" masih lebih baik dan kita bisa melakukannya.
- Percayalah ada tangan tuhan yang selalu membantu kita, percaya kepada-Nya apa yang kita inginkan itulah yang akan kita dapatkan
- Terakhir, totalitas usaha adalah bayarannya. Berusaha dan berusahalah! 


14 komentar:

  1. Menarik, inspiratif dan mendetil. You're kinda talented in writing. Sukses selalu! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah makasih mbak sherly, aamiin haha keep posting deh ini jadinya ^^

      Hapus
  2. setuju sar, jadi baik aja itu nggak cukup. Kalo kita bisa jadi yang terbaik, kenapa harus jadi baik saja? Dan untuk jadi yang terbaik itu nggak mudah, butuh perjuangan, usaha keras, keuletan. Kalo mau ini atau itu, segeralah dilakuin, take action, and make it happen ^^
    keep posting ya, semangat!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan sampai keinginan menjadi 'terbaik' hanya berhenti di mulut aja ya, sukses sel! someday we'll have right missions, gak bingung-bingung kayak sekarang hihi. mangat!!

      Hapus
  3. banyak quote yang menarik sar :D
    dan hal-hal tersebut bisa di coba untuk di praktekkan, mantaap !
    keep posting sar !

    BalasHapus
    Balasan
    1. muehehe ada quote dari aku juga tuh ;p harussss juk hihi, thanks! :)

      Hapus
  4. keren , kata-kata yang menginspirasi sekali :)) boleh dicoba :D hhe
    fighting !!

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga menginspirasi kamu juga ya nen :)) fighting! :D

      Hapus
  5. if fear it so bad for you, why is it created?

    BalasHapus
    Balasan
    1. it is created for taking care of a better plan, isn't it?

      Hapus
    2. Apkah langkah/rencana/tujuan yg baik selalu berawal dari rasa takut???
      Knp dari awal kita hidup tdk lngsung sj ditetapkan dlm otak kita lngkh2/rencana2/tujuan2 hdp kita yg baik2??? Lalu gmn nasib si "berani"?? Buat apa diciptkan berani??

      Hapus
    3. hampir setiap orang pasti punya rasa "takut" dengan kadar yang berbeda disetiap menyikapi hal yang baru/asing. Disamping itu, rasa "berani" lah yang harus dimunculkan setiap orang untuk melawan rasa takut itu.
      kalau kita menunda atau menolak gebrakan yang baik, ya sama saja ketakutan sudah merajai kita.

      Hapus