At the beginning, I thought badly
how i have to post about interpersonal
skill, while it can't be studied even just by words.
Pertanyaan
ini bermula sejak hari Senin, 9 September 2013 setelah saya mendapatkan mata
kuliah "Keterampilan Interpersonal". Saya ingat betul apa yang
dikatakan oleh dosen saya, Pak Achmad Holil, bahwa keterampilan interpersonal
tidak dapat dipelajari hanya lewat kalimat. Nahlo, kemudian "kapan?"
"dimana?" "bagaimana?" , rasanya 5W 1H keluar di pikiran
saya.
deng
dong! kemudian dosen saya menjelaskan, bahwa keterampilan itu tentu saja
dilakukan melalui praktik dan setiap waktu.
Sebelum
terlalu jauh saya bahas, sebenarnya apa sih "Keterampilan Interpersonal"
itu?
Keterampilan
interpersonal (antar pribadi) didefinisikan sebagai
keterampilan untuk mengenali dan merespon secara layak perasaan, sikap dan
perilaku, motivasi serta keinginan orang lain. Bagaimana diri kita mampu
membangun hubungan yang harmonis dengan memahami dan merespon manusia atau
orang lain.
Does
everyone have interpersonal skill ? of
course!
tentunya
dengan kadar kemampuan, cara atau pola interaksi yang berbeda-beda.
Keterampilan
interpersonal bukan merupakan karakter bawaan seseorang, namun sesuatu yang
dapat dipelajari.
bingung
ya? lalu, bagaimana cara mempelajarinya?
interpersonal
yang baik dapat dibangun melalui pengembangan perilaku dan komunikasi. Keterampilan
interpersonal menggunakan keterampilan seperti mendengarkan aktif dan
nada suara, mereka termasuk delegasi dan kepemimpinan. Ini adalah seberapa baik
Anda berkomunikasi dengan seseorang dan seberapa baik Anda bersikap atau
membawa diri.
Jika
interpersonal yang baik dibawa ke lingkungan sekitarnya, tentu menghasilkan feedback yang positif. Itulah sebabnya mengapa
seseorang sangat butuh untuk mengasah keterampilan tersebut.
Salah
satu contohnya, ketika kita berada di lingkungan sekolah, kuliah, bahkan kerja
akan sangat terlihat mana yang terbiasa mengasah keterampilannya dan mana yang
tidak.
kemudian,
yang mana kah Anda?
Referensi
:
setiap orang pastinya punya kemampuan tersebut, tapi tergantung individunya mau mengembangkannya apa tidak :))
BalasHapusyap benar banget mbak nena :) jangan mau deh jadi yang biasa-biasa saja, jadilah yang mampu dan mau mengasah keterampilan itu :))
Hapus