Pikiran semacam itu menurut saya adalah layaknya pertunjukkan sulap, yakni meyakinkan ketika dilihat dan membodohi ketika dipercaya. Maksudnya?
ya, memang meyakinkan kita untuk selalu bertawakkal atas seluruh usaha yang kita telah lakukan. Tentunya secara maksimal, hingga titik darah penghabisan (agak lebay). Dari sisi ini, keyakinan itu bersifat benar dan wajib untuk kita lakukan.
membodohi ? ya. Apabila kita berpikir bahwa seluruh jalan hidup kita telah digariskan Tuhan, untuk setiap hasil dan detailnya. Tak sedikit orang-orang yang akhirnya terperangkap dalam jurang pemikiran yang salah. Ketika kita mendapatkan hasil yang tak sesuai harapan, maka hal pertama yang kita pikir adalah "ini sudah takdir yang digariskan Tuhan". Mengapa sebelum berpikir seperti itu, kita tak mencoba menggali potensi diri "apa salah saya" dan "apa yang kurang dari usaha saya".
Terkadang pemikiran semua adalah kuasa Tuhan dapat mengurangi kinerja usaha dan memperbaiki kekurangan yang kita miliki.
Ingatlah , bahwa Tuhan memberi hasil sesuai usaha yang Anda lakukan disamping itu adalah yang terbaik untuk Anda. Tuhan tidak membatasi Anda untuk berusaha hingga menjadi sosok yang terbaik.
" Kebahagiaan ada dua, yakni bahagia untuk sebuah ujian atau bahagia sebagai sebuah hadiah.
Selayaknya Kegagalan ada dua, yakni gagal untuk diajarkan bangkit (lebih berusaha) atau gagal untuk menjadi lebih kokoh dan hebat. "
Which one that you choose? Life's Poison or Heaven's Medicine?
Hidup adalah pilihan. Quote yang klasik, but that's damn true. Isn't it?
See you on top, dreamers! :)

